Kisah ini berawal dari Virus Corona
Sejak awal pasti kita bertanya-tanya kapan pandemi ini akan berakhir. Jenuh pasti lelah apalagi. Belum juga banyak yang terjadi saat pandemi.
Pertama yang menjadi perhatian semua orang yaitu kesehatan
banyak orang yang bisa terkena virus ini kapan saja penyebaran yang cepat
membuat sebagian wilayah harus dilakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala
besar) kota yang saat ini masih melakukan PSBB yaitu di ibu kota Jakarta. Kedua,
banyak orang yang terkena PHK pekerjaan yang akhirnya menutup usahanya karena
PSBB akhirnya pengurangan karyawan terjadi. Ketiga, berdampak pada
pendidikan sekolah-sekolah terpaksa untuk melakukan pembelajaran secara online.
Yang lain-lain pasti dampak yang sangat terlihat jelas yatu perekonomian di
Indonesia yang menurun dari hari kehari.
Sampai saat ini setelah kurang lebih tujuh bulan berlalu
tapi hal ini belum juga berakhir. Malah sebaliknya banyak dokter,perawat, dan
tenaga medis lainnya yang jatuh berguguran. Kasus yang semakin meningkat,
kematian yang terus meningkat juga
Sebagai seorang muslim, yang beriman kepada Allah Ta’ala,
sudah selayaknya kita selalu introspeksi diri, mengapa musibah ini terus
berlangsung? Setidaknya, ada dua hal yang patut kita jadikan sebagai bahan
renungan dalam kesempatan kali ini:
Setiap musibah adalah karena dosa dan
kesalahan kita, seberapa sungguh-sungguh kita istighfar dan taubat?
Allah Ta’ala berfirman,
وَما أَصابَكُمْ مِنْ
مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
“Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian).”(QS. Asy-Syuuraa: 30)
kita sebagai orang yang beriman harusnya merenung kepada
diri kita sendiri bagaimana kesungguhan kita beribadah kepada Allah sebelum
adanya pandemi sudahkah ibadah kita maksimal? Atau mungkin ini sebagai teguran
Allah kepada kita semua juga mungkin hikmahnya kita jadi lebih mendekatkan diri
kepada Allah
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ
جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai
orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nuur [24]: 31)
Sekali lagi, di tengah-tengah pandemi ini, kita pun
merenungkan kembali, sudah benarkah tawakkal kita kepada Allah Ta’ala?
Stay safe buat semua, Semoga Allah selalu melindungki kita dimanapun berada. Ingat juga jika tidak ada kepentingan lebih baik dirumah. InsyaAllah Allah akan melihat usaha dan doa kita agar pandemi ini segera berakhir dan bisa beraktivitas lagi
Nah, ada berita baik nih buat para moms yang ingin beraqiqah atau saudara lain yang sudah melahirkan buah hati bisa melakukan aqiqah dengan mudah dan praktis di Aqiqah Nurul Hayat. InsyaAllah amanah,sesuai syariat dan harganya terjangkau..
Jadi, ditengah pandemi tetap bisa beraqiqah untuk buah hati. Aqiqah Nurul Hayat juga menyediakan menu lainnya untuk masakan kambing, melayani acara aqiqah, khitan, wedding, dan acara lainnya.
Harga Aqiqah Surabaya Nurul Hayat, harga paket Aqiqah kambing masak (harga perekor Kambing) sebagai berikut:
Lebih praktis aqiqah plus Nasi Kotak. Siap langsung diantarkan :
* Type Tasyakuran belum memenuhi ketentuan kambing Aqiqah.
Menu Nasi Kotak terdiri dari :
Catatan: *Sate dan gule dari Paket Aqiqah Kambing Masak

Komentar
Posting Komentar